Tuesday, July 21, 2015

Sumba Desa "Penari Langit"

Sambutan yang luar biasa dari penduduk desa dan sanggat menggembirakan ketika ada banyak "Penari Langit" (baca: Kincir Angin) hadir di dusun mereka yang jauh dari kesan hingar bingarnya penerangan cahaya lampu listrik yang dinikmati penduduk kota. 

Dengan hadirnya listrik yang dihasilkan oleh "Penari Langit" wargapun begitu bersyukurnya. Sebelumnya memang sudah ada listrik dari pembangkit listrik tenaga air hanya saja jaraknya yang jauh ke rumah rumah penduduk sehingga berakibat mahalnya ongkos untuk mendapatkan listrik. 

Penari Langit bermula dari hasil survei yang dilakukan pada tahun 2012 menunjukkan potensi angin diperkampungan ini untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan.


Pemasangan Penari Langit pun terlaksana setelah proses pengajuan penari langit diletakkan tidak jauh dari rumah-rumah penduduk. "Bersyukur yang paling penting para penari langit dapat beroperasi dengan baik, dan menerangi sedikit gelap malam mereka, memberikan manfaat meski sedikit untuk kehidupan mereka. Hingga kita melahirkan dan membawa teknologi yang lebih baik, itu saja sudah cukup sekali" ujar Ricky Elson. 

Penari Langit yangg desain dan teknologinya didapatkan atas karya anak bangsa yang sekarang berada di CiheraShima (Jepang-jepangan), sugguh telah membuka mata dunia. 

Penari langit yang ada di dusun ini ada 20 unit yang menerangi 22 rumah sementara berdasarkan kemampuannya dengan 20 unit Penari Langit mampu menerangi 50 rumah. 

PLN diharapkan mampu mengembangkan Penari Langit seperti yang ada di Desa Kemanngih Sumba Timur provinsi Nusa Tenggara Timur di dusun-dusun yang masih jauh dalam jangkauan PLN untuk mendapatkan akses listrik. Karena pada dasarnya ada banyak wilayah di Nusantara ini dapat dikembangkan Penari Langit baik skala besar maupun menengah.

 (Sumber : BBC Indonesia, FB Ricky Elson) 








No comments: